• Enter Slide 1 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 2 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 3 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

Selasa, 08 November 2022

 

Kata Ulang

Pengertian Kata Ulang

Kata ulang atau reduplikasi adalah salah satu proses pembentukan kata (morfologi) melalui pengulangan kata dasar baik secara pengubahan, sebagaian, maupun keseluruhan. Sementara itu. Berdasarkan KBBI, kata ulang berdefinisi sebagai istilah dalam linguistik yang merujuk pada proses atau hasil perulangan kata atau unsur kata, seperti kata rumah-rumah, tetamu, bolak-balik, dsb. Perlu dipahami di sini bahwa tak hanya kata dasar, pengulangan dapat terjadi baik pada kata berimbuhan, maupun kata gabung.

Pada umumnya, kata ulang diidentikan dengan makna jamak, seperti kata dasar rumah menjadi rumah-rumah. Akan tetapi, tidak selalu demikian, selain dapat memberi makna gramatikal jamak, kata ulang juga dapat memberi makna gramatikal resiprokal (balas-membalas), seperti kata dasar tarik menjadi tarik–menarik. Oleh karena itu, dalam memahami kata ulang diperlukan pengetahuan akan jenis-jenis kata ulang.

Jenis-Jenis Kata Ulang.

Jika dilihat dari fisiknya dan makna yang dikandungnya, kata ulang dapat dibedakan menjadi kata ulang yang mengalami perubahan bentuk dan kata ulang yang mengalami perubahan makna.

A. Kata Ulang yang Mengalami Perubahan Bentuk

Berdasarkan pola bentukan dasarnya, kata ulang jenis ini digolongkan menjadi empat kelompok, antara lain

1.    Dwilingga (Utuh)

Dwilingga adalah jenis dari kata ulang yang berbentuk utuh, tanpa ada variasi fonem ataupun imbuhan. Contohnya,

§  Rumah menjadi rumah-rumah

§  Anak menjadi anak-anak

§  Ibu menjadi ibu-ibu

§  Bapak menjadi bapak-bapak

§  Hari menjadi hari-hari

§  Teman menjadi teman-teman

 

2.    Dwipurwa (sebagian)

Dwipurwa adalah jenis dari kata ulang myang mengulang kata dasar secara sebagian. Kata ulang jenis ini dapat dibagi lagi menjadi.

 

1.    Kata Ulang Sebagian dengan Kata Dasar sebagai Bentuk Tunggal. Contohnya,

§  

§  Laki menjadi lelaki, bukan laki-laki

§  Sama menjadi sesame, bukan sama-sama

§  Tamu menjadi tetamu, bukan tamu-tamu

§  Pohon menjadi pepohonan, bukan pohon-pohon

 

2.    Kata Ulang sebagian dengan Kata Dasar sebagai Bentuk Berimbuhan atau Bentuk Kompleks, contohnya

§  

§  Menari menjadi menari-nari

§  Berlari menjadi berlari-lari

§  Mendorong menjadi mendorong-dorong

§  Dikecilkan menjadi dikecil-kecilkan

 

B. Kata Ulang Afiksasi atau Berimbuhan

Pengulangan kata dasar yang telah mengalami proses morfologi berupa imbuhan bukan merupakan  dua proses yang saling urut, melainkan proses yang terjadi secara bersamaan antara pengulangan dan pengimbuhan, serta bersamaan mengisi satu fungsi sintaksis. Contohnya,

1.    Kata dasar motor mengalami pengulangan menjadi motor–motoran. Perlu diketahui bahwa kata motor ditambah imbuhan –an bukanlah terjadi secara berurutan, melainkan secara bersamaan. Bentuk makna dari proses morfologis tersebut mengubah makna motor, yang secara harfiah, menjadi menyerupai atau seperti pada kata motor-motoran.

2.    Orang-orangan merupakan kata ulang (orang Ã  orang + –an), bukan kata dasar.

3.    Kuda-kudaan merupakan kata ulang (kuda Ã  kuda + –an), bukan kata dasar.

4.    Kemerah-merahan merupakan kata ulang ( merah Ã  merah + ke–an), bukan kata dasar.

 

 

C. Kata Ulang dengan Variasi Fonem atau Pengubahan Bunyi

Kata ulang dengan variasi fonem atau pengubahan bunyi adalah kata dasar yang mengalami pengulangan disertai dengan pengubahan bunyi pada salah satu suku kata, dapat berupa ekasuku, dwisuku, dsb. Kata ulang ini dapat dibagi-bagi, antara lain

 

 

1.    Pengulangan dengan variasi vokal.

§  Mondar-mandir

§  Gerak-gerik

§  Serba-serbi

2.    Pengulangan dengan variasi konsonan

§  Sayur-mayur

§  Lauk-pauk

§  Ramah-tamah

§  Kacau- Balau

 

D. Kata Ulang Semu

Pada umumnya, setiap kata ulang akan mempunyai kata dasar. Namun, terdapat bentuk kata ulang yang tidak mempunyai bentuk kata dasar atau dapat dikatakan tidak jelas bentuk kata dasarnya atau yang pada umumnya disebut sebagai kata ulang semu. Contohnya,

§  Gara-gara

§  Kupu-kupu

§  Kunang-kunang

§  Ubur-ubur

§  Sia-sia

§  Biri-biri

 

E. Kata Ulang Mengubah Makna

Jika dilihat dari kelas kata dasarnya, kata ulang dapat dibagi menjadi beberapa hal berdasarkan makna gramtikalnya, antara lain

1.    Jika kata dasarnya berkelas kata benda, makna kata ulangnya bermakna

§  Menyatakan meskipun. Contohnya,

§  

§  Biji-biji dimakannya bermakna ‘meskipun biji dia makan’.

§  Batu-batu dipakai bermakna ‘meskipun batu dia pakai’.

§  Sumpit-sumpit dicuri bermkan ‘meskipun sumpit dia curi’.

§  Menyatakan menyerupai. Contohnya,

§  Kuda-kuda

§  Ular-ular

§  Lidah-lidah

§  Menyatakan variasi. Contohnya,

§  Murid-muird

§  Buah-buahan

§  Keputusan-keputusan


2.    Jika kata dasarnya berupa kata kerja, maka kata ulangnya bermakna

 Mengungkapkan makna berhubungan. Contohnya,

    1. Tulis-menulis
    2. Jahit-menjahit
    3. Potong-memotong

Menyatakan pekerjaan yang repetitif. Contohnya,

    1. Memanggil-manggil
    2. Merobek-robek
    3. Memukul-mukul

Menyatakan resiprokal (aktivitas yang berbalas-balasan)

    1. Dorong-mendorong
    2. Bantu-membantu
    3. Salam-bersalaman

 

3.    Jika kata dasarnya berupa kata sifat, maka kata ulangnya bermakna

§  Menyatakan hampir. Contohnya,

§  Malu-malu

§  Ragu-ragu

§  Kekuning-kuningan

§  Menyatakan yang paling atau superlatif. Contohnya,

§  Selama-lamanya

§  Sejauh-jauhnya

§  Secepat-cepatnya

November 08, 2022   Posted by Nabila Saraswati in with No comments
Read More

Selasa, 01 November 2022

 

Memahami Pengertian Seni Budaya dengan Contohnya

Setidaknya, ada lima cabang seni budaya yang bisa dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

Seni Sastra

Seni sastra merupakan jenis seni yang menggunakan bahasa sebagai media. Keindahan seni sastra dapat dinikmati secara lisan maupun tulisan. Seni sastra sendiri terbagi dalam tiga macam, yaitu prosa, puisi, dan drama.

Seni Tari

Seni tari merupakan seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai salah satu unsurnya. Gerak tubuh adalah bentuk atau cara koreografer mengkomunikasikan maksud tertentu kepada penonton.

Seni Musik

Salah satu contoh seni budaya yang melibatkan unsur bunyi sebagai unsur utama dari seni musik ini. Merupakan hasil ciptaan manusia yang menghasilkan bunyi dengan ritme dan harmoni yang indah didengar.

Seni Teater

Bentuk seni budaya yang melibatkan kemampuan memahami dan berkarya teater. Kemampuan membuat naskah hingga berlakon sesuai yang ditulis di dalam naskah teater. Mampu memahami dan menciptakan setting sesuai dengan naskah yang dibuat.

Seni Rupa

Seni rupa adalah seni yang berfokus pada keindahan sentuhan maupun visual, dalam bentuk lukisan, kriya gerabah, kapak genggam, menhir, dolmen, dan patung perunggu.

 

Pengertian Akulturasi Budaya: Kenali Proses, Bentuk, dan Contohnya

Pengertian akulturasi budaya

Menurut Koentjaraningrat, dikutip dari karya ilmiah Barong Landung: Akulturasi Budaya Bali dan Tionghoa yang ditulis tahun 2016 oleh A.A. Ayu Murniasih, akulturasi budaya ialah pengaruh atau masuknya unsur-unsur kebudayaan asing dalam kebudayaan suatu masyarakat sehingga menciptakan keragaman sekaligus inovasi untuk merespons kekurangan serta perkembangan zaman. Dampak dari akulturasi budaya paling riil adalah perubahan sosial yang meliputi aspek gaya hidup, ilmu pengetahuan, dan tata cara.

Proses akulturasi budaya

Interaksi yang intensif merupakan pendorong proses akulturasi. Proses akulturasi, dikutip dari e-modul Sosiologi Sekolah Menengah Atas yang diterbitkan oleh Kemendikbud tahun 2019, proses akulturasi bisa berjalan dengan cepat ataupun lambat. Ini tergantung pada persepsi masyarakat setempat terhadap unsur budaya asing yang masuk.

Apabila masuknya budaya asing melalui proses yang memaksa, akulturasi budaya memakan waktu relatif lama. Sedangkan apabila masuknya tanpa paksaan atau dengan cara damai, akulturasi berlangsung relatif cepat.

Contoh akulturasi budaya

Akulturasi budaya banyak sekali ditemukan di Indonesia, antara lain contohnya sebagai berikut:

  • Sendratari Ramayana
  • Batik Lasem
  • Bakso
  • Masjid Cheng Ho
  • Keroncong Stamboel

 

November 01, 2022   Posted by Nabila Saraswati in with No comments
Read More

 


Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya



 Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif    



Menurut penelitian ilmiah berjudul Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif (2012) yang ditulis oleh Rahman dan kawan kawan, bahwa perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan adalah reproduksi tumbuhan dengan menggunakan bagian-bagian seperti batang, cabang, ranting, pucuk, umbi dan akar untuk menghasilkan tanaman baru.

Perkembangbiakan vegetatif ini diimplementasikan tanpa melalui proses perkawinan dan tidak melalui biji dari induknya.

Hal ini yang membedakan dengan perkembangbiakan generatif yang memang melalui proses penyerbukan alami.

Intinya, perkembangbiakan vegetatif akan merangsang tunas adventif untuk menghasilkan tanaman yang sempurna memiliki batang, daun, dan juga akar.

Secara umum proses perkembangbiakan ini didasarkan pada kemampuan tumbuhan untuk membentuk akar atau tunas adventif.

Jenis Perkembangbiakan Vegetatif
Melansir dari buku Pembiakan Vegetatif dalam Hortikultura (2010) yang ditulis oleh Bambang B. Santoso jika ada dua jenis dari perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan, yaitu:

1. Perkembangbiakan Vegetatif Alami

Perkembangbiakan vegetatif alami adalah proses reproduksi pada tumbuhan yang dapat diketahui pada tumbuhan muda yang baru tumbuh dan berkembang dari bagian-bagian vegetatif dari tumbuhan induk.

Ada dua cara dalam perkembangbiakan vegetatif alami:


- Melalui penggunaan biji apomiktis

- Melalui penggunaan organ khusus pada tumbuhan


2. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah proses reproduksi tumbuhan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Tanpa campur tangan oleh manusia, maka tumbuhan tersebut tidak dapat berkembangbiak dengan sendiri. Ada tiga cara pada proses perkembangbiakan ini, yakni:

- Perangsangan pembentukan akar dan tunas adventif

- Penyambungan dua bagian vegetatif tanaman

- Perbanyakan vegetatif mikro dengan menggunakan teknik kultur jaringan.


Manfaat Perkembangbiakan Vegetatif
Implementasi dari proses perkembangbiakan vegetatif ini memiliki beberapa manfaat daripada perkembangbiakan generatif, yakni:

1. Tumbuhan dari hasil perbanyakan akan seragam dan identik dengan tumbuhan induknya

2. Penyediaan tumbuhan akan lebih cepat

3. Hasil perbanyakan terhindar dari penyakit tanah saat pembibitan (seedling soil borne diseases)

Baca juga:
8 Tumbuhan yang Berkembang Biak dengan Tunas, Apa Saja?
4. Untuk beberapa jenis perkembangbiakan pada tumbuhan ini lebih murah

5. Kemungkinan tumbuhan yang heterozigot diperoleh dengan tanpa adanya perubahan genetik

Nah, itulah pengertian, jenis, dan manfaat dari perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan. Semoga menambah wawasan detikers tentang perkembangbiakan vegetatif ya!








 

November 01, 2022   Posted by Nabila Saraswati in with No comments
Read More

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search